Mempersiapkan diri menjadi seorang GURU......

PRINSIP-PRINSIP BK



PRINSIP BK 


1.      PrinsipPrinsip Bimbingan dan Konseling Secara Umum
a.   Bimbingan adalah suatu proses membantu individu agar mereka dapat membantu dirinya sendiri dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
b.   Hendaknya bimbingan bertitik tolak (berfokus) pada individu yang dibimbing
c.   Bimbingan diarahkan pada individu dan tiap individu memiliki karakteristik tersendiri.
d.   Masalah yang dapat diselesaikan oleh tim pembimbing di lingkungan lembaga hendaknya diserahkan kepada ahli atau lembaga yang berwenang menyelesaikannya.
e.   Bimbingan dimulai dengan identifikasi kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang akan dibimbing.
f.    Bimbingan harus luwes dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat.
g.   Program bimbingan di lingkungan lembaga pendidikan tertentu harus sesuai dengan program pendidikan pada lembaga yang bersangkutan.
h.   Pelaksanaan program bimbingan dikelola oleh orang yang memiliki keahlian dan dapat bekerja sama dan menggunakan sumber-sumber yang relevan yang berada di dalam ataupun di luar lembaga penyelenggara pendidikan.
i.    Hendaknya melaksanakan program bimbingan di evaluasi untuk mengetahui hasil dan pelaksanaan program.
j.    Konseling akan berhasil jika direnacanakandengan baik
k.   Konseling diberikan kepada individu yang sehat/normal yan sedang menghadapi masalah.
l.    Orientasi konseling haruslah ke arah kerja sama buka pemaksaan.
m.  Konseling haruslah berdasarkan etika yang baik.
n.   Memberikan hak kepada orang membuat rencana dan keputusan sendiri.
o.   Konseling merupakan proses yang bertujuan mempengaruhi tingkah laku seseorang secara sukarela atau kehendak sendiri.
p.   Konseling memerlukan seorang konselor untuk mendengar dan memahami apa yang dikatakan konseli.
2. Kaitan Prinsip Prinsip  BK  dengan Beberapa  Faktor (Secara Khusus)
a.   Prinsip-prinsip berkenaan dengan peserta didik
a. bimbingan dan konseling melayani setiap individu. Tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku bangsa, agama, dan status sosial ekonomi.
b. Bimbingan dan konseling berurusan dengan sikap dan tingkah laku individu yang unik, oleh karena itu pelayanan bimbingan dan konseling perlu menjangkau keunikan dan kekompleksan pribadi individu.
c. Untuk mengoptimalkan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan kebutuhan individu itu sendiri perlu dikenali dan dipahami, keunikan sertiap individu dengan berbagai kekuatan, kelemahan, dan permasalahannya.
d. Setiap aspek pola kepribadian yang kompleks seorang individu mengandung faktor-faktor yang secara potensial mengarah kepada sikap dan dan pola-pola tingkah laku yang tidak seimbang. Oleh karena itu pelayanan bimbingan konseling yang bertujuan mengembangkan penyesuaian individu terhadap segenap bidang pengalaman harus mempertimbangkan berbagai aspek.
e. Meskipun individu yang stau dengan lainnya adalah serupa dalam berbagai hal, perbedaan individu harus dipahami da dipertimbangkan dalam rangka upaya yang bertujuan memberikan bantuan kepada individu-individu tertentu, baik mereka itu anak-anak, remaja, maupun remaja.
b.   Prinsip  Prinsip yang Berkenaan dengan Tujuan dan Pelaksanaan Pelayanan
Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling dilakukan, baik secara incedental maupun terprogram. Pelayanain incedental dilakukan secara lansung kepada konselor, dengan prinsip :
1)                  Bimbingan dan Konseling harus diarahkan kepada pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing diri sendiri dalam menghadapi permasalahn.
2)                  Dalam prosesBimbingan dan Konseling keputusan yang diambil dan akan dilaksanakan oleh individu hendaknya atas kemampuan individu yang bersangkutan bukan karena kemauan atau desakan dari pembimbing atau pihak lain.
3)                  Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi.
4)                  Kerjasama antar guru pembimbing, guru lain dan orang tua yang menentukan hasil bimbingan
5)                  Pengembangan program pelayanan bimbingan dan konseling ditempuh melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlibat dalam proses pelayanan programBimbingan dan Konseling itu sendiri.
c.   Prinsip Prinsip yang Berkenaan dengan  Permasalahan Individu
Dalam keseharian tidak semua pengaruh kehidupan yang bersifat positif. Faktor yang bersifat negatif akan menghambat perkembangan dan akan menimbulka permasalahan kepada  individu.Bimbingan dan konseling berfungsi membantu individu untuk keluar dari permasalahannya, namun Bimbingan dan konseling memilki keterbatasan dalam :
1).        Bimbingan dan konseling berurusan dengan hal hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental/fisik individu terhadap penyesuaian dirinya di rumah, di sekolah serta dalam kaitannya dengan kontrak sosial, pekerjaan dan sebaliknya pengaruh l;ingkungan terhadap kondisi mentaldan fisik individu.
2).        Kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan merupakan faktor timbunya masalah pada individu yang kesemuanya menjadi perhatian utama bagi pelayananBimbingan dan konselingn
d.   Prinsip-prinsip berkenaan dengan Pengorganisasian  BK
      Adapun prinsip prinsip organisasi secara umum, sebagai berikut :
1)      Program layanan bimbingan dan konseling di sekolah harus dirumuskan dengan jelas.
2)      Program bimbingan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah masing masing.
3)      Penempatan petugas petugas bimbingan harus disesuaikan dengan kemampuan potensi potensi (bakat, minat dan keahlian masing masing)
4)      Program bimbingan hendaknya diorganisasikan secara sederhana.
5)      Menciptakan jalinan kerjasama yang efisien di antara petugas bimbingan di sekolah  dan di luar sekolah yang berkaitan dengan program bimbingan di sekolah.
6)      Organisasi harus dapat memberikan informasi yang penting   bagi pelaksanaan layangan bimbingan dan konseling.
7)      Program layanan bimbingan dan konseling harus merupakan program yang terintegral dengan keseluruhan program  sekolah.


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar