JENIS KEGIATAN PENDUKUNG BK
1. APLIKASI INSTRUMENTASI BK
Aplikasi instrumentasi (Prayitno, 2012:291) merupakan kegiatan menggunakan
instrumen untuk mengungkapkan kondisi tertentu. Kegiatan dengan menggunakan
instrumen harus dilakukan dengan cermat dengan penggunaan hasil yang tepat.
Data aplikasi instrumentasi digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk
penyelenggaraan layanan konseling dan/atau menjadi isi dari layanan agar
layanan konseling terhadap klien akan lebih efektif dan efisien.
Fungsi kegiatan pendukung aplikasi
instrumentasi adalah fungsi pemahaman. Data hasil aplikasi instrumentasi
dapat digunakan untuk memahami kondisi klien, seperti potensi dasar, bakat,
minat, kondisi diri, lingkungan serta masalah yang dialami klien (Prayitno,
2012:292)
2. HIMPUNAN DATA
Himpunan data (Dewa Ketut, Nila Kusmawati, 2008:80) merupakan kegiatan
pendukung untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan
keperluan pengembangan klien. Himpunan data perlu diselenggaraan secara
berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat tertutup. Penyelenggaraan
himpunan data bermaksud menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan
dengan keperluan pengembangan siswa dalam berbagai aspeknya. Data yang
terhimpun merupakan hasil dari upaya aplikasi instrumentasi, dan apa yang
menjadi isi himpunan data dimanfaatkan sebesar-besarnya dalam kegiatan layanan
bimbingan.
Fungsi yang digunakan dalam himpunan data ini adalah fungsi pemahaman,
pencegahan,pengentasan, pemeliharaan dan pengembangan serta fungsi advokasi.
3. KUNJUNGAN RUMAH
Kunjungan rumah (Dewa Ketut, Nila Kusmawati, 2008:91) merupakan kegiatan
pendukung untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan dan komitmen untuk
terentaskannya permasalahan klien melalui kunjungan ke rumah klien.
Tujuan kunjungan rumah (Dewa Ketut, Nila Kusmawati, 2008:91) yakni:
a.
Untuk memperoleh berbagai keterangan data yang diperlukan dalam pemahaman
lingkungan dan permasalahan klien.
b.
Untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan klien.
Fungsi yang digunakan
dalam kunjungan rumah ini adalah fungsi pemahaman dan fungsi pengentasan.
4. KONFERENSI KASUS
Konferensi kasus (Dewa Ketut, Nila Kusmawati, 2008:81) merupakan kegiatan
pendukung untuk membahas permasalahan yang dialami oleh klien dalam suatu forum
pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pihak, dimana pihak ini diharapkan dapat
memberikan bahan keterangan dan komitmen untuk terentaskannya masalah klien.
Tujuan konferensi kasus
(Dewa Ketut, Nila Kusmawati, 2008:82) yakni:
a. Memperoleh gambaran tentang inti masalah.
b. Memperoleh gambaran tentang latar belakang serta berbagai faktor yang
memungkinkan menjadi penyebab masalah klien.
c. Untuk memperoleh langkah-langkah dalam memecahkan masalah klien.
5. TAMPILAN KEPUSTAKAAN
Kegiatan pendukung
tampilan kepustakaan membantu klien dalam memperkaya dan memperkuat diri
berkenaan dengan permasalahan yang dialami dan dibahas bersama konselor pada
khususnya, dan dalam pengembangan diri pada umumnya. Pemanfaatan tampilan
kepustakaan dapat diarakhan oleh konselor dalam rangka pelaksanaan pelayanan,
dan/atau klien secara mandiri mengunjungi perpustakaan untuk mencari dan
memanfaatkan sendiri bahan-bahan yang ada di perpustakaan sesuai dengan
keperluan. Tampilan kepustakaan merupakan kondisi yang sangat memungkinkan
klien memperkuat dan memperkaya diri dengan atau tanpa bantuan konselor
(Prayinto, 2012:369).
6. ALIH TANGAN KASUS
Alih tangan kasus (Dewa Ketut, Nila Kusmawati, 2008:91) merupakan kegiatan
pendukung untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah
yang diahadapi klien dengan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke
pihak lainnya. Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang erat dan mantap antara
berbagai pihak yang dapat memberikan bantuan atas penangan masalah tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Dewa Ketut, Nila
Kusmawati. 2008. Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta:
Rineka Cipta.