Mempersiapkan diri menjadi seorang GURU......

Tuner dan IF


Lembaran

:

Laporan ke-2

Jurusan

:

P.T . Elektronika

Mata Kuliah

:

Pr. Radio TV & Display

Waktu

:

 4 x 50 menit

Topik

:

Radio FM

Kode

:

02/ELK-ELA 185/2018

Judul

:

Tuner dan IF


 

A.     TUJUAN

Setelah melakukan pratikum mahasiswa akan dapat :
1.      Mengukur sinyal IF pada output tuner dan output penguat IF radio penerima FM. menggunakan osiloskop.
2.      Mengukur dan membedakan karakteristik sinyal pada tuner dan IF.
3.      Menjelaskan fungsi komponen pembentuk rangkaian dekode penerima FM stereo .
4.      Menganalisa kerusakan, bila terjadi kerusakan pada bagian tuner penerima FM stereo.

B. TEORI SINGKAT

Pada penyiaran radio yang menggunakan gelombang FM, frekuensi mulai dari 88 MHz s/d 108 MHz digunakan untuk penyiaran radio FM komersil. Frekuensi 88-108 MHz dibagi ke sub-band 200 KHz. Bandwidth dengan frekuensi 200 KHz sudah mencukupi untuk penyiaran radio FM dengan kualitas yang tinggi. Stasiun radio dapat dikenali dengan frekuensi pusat dari saluran masing-masing (ex: 91.5 MHz, 103.7 MHz). Sistem ini dapat memungkinkan pendengar radio mendengar sekitar 100 stasiun radio yang berlainan. Contoh lain dari penggunaan FDM: pada jaringan telepon analog dan jaringan satelit analog. Selain itu ide dasar FDM digunakan dalam teknologi saluran pelanggan digital yang dikenal dengan modem ADSL (Asymetric Digital Subcriber Loop ).

C. ALAT DAN BAHAN

1.      Radio FM penerima stereo
2.      Power Amplifier
3.      loudspeaker
4.      Osiloskop dual chanel (2 prob)
5.      Multimeter       1 buah
6.      Kawat penghubung secukupnya

D. LANGKAH KERJA

1.     Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pratikum.
2.     Teliti gambar skema rangkaian, amati bagian tuner yang menggunakan IC LA 1260­.



3.      Amati komponen yang terdapat pada bagian tuner dan penguat IF penerima FM stereo dan catat   dalam tabel.     
Tabel Komponen
No
Nama Komponen
Kode Komponen
Data  Komponen
Keterangan
1


2

3



4

IC LA 1260


IC LA 3361

Masda FM Tuner



Transistor 2SC829
7P8


7Q7

MG-J03



-

Sebagai Penguat IF dan Detektor.

Stereo Dekoder

Sebagai Penurun dan penaik frekuensi

Sebagai Penguat AF (Audio Frekuensi)

4.     Siapkan power supply dengan nilai tegangan output 12 V, gabung catu daya rangkaian penerima FM stereo dan power amplifier dengan polaritas yang sama. Hubungkan loudspeaker dengan output power amplifier.
5.     Hubungkan power supply dengan rangkaian On-kan  output power supply. Cari salah satu chanel radio FM yang terkuat penerimaan sinyalnya. (catat dan temukan frekuensi pancar stasiun tersebut).

6.     Ukur bentuk sinyal pada pin IF dan AFC tuner dan perhatikan amplitudo, frekuensi yang terbaca pada osiloskop. Amati frekuensi yang terbaca pada osiloskop selama  ± 2 menit. Perhatikan perubahan bentuk sinyal dengan mempedomani suara pada loudspeaker (dokumentasikan)..
Bentuk Sinyal Pada Pin IF :



Bentuk Sinyal pada pin AFC :


7.     Ukur bentuk sinyal pada kaki 1 IC LA 1260 dan perhatikan amplitudo, frekuensi yang terbaca pada osiloskop. (dokumentasikan)


8.     Ukur bentuk sinyal pada kaki 1 dan 8 IC 1260, kaki 1 menggunakan chanel x dan kaki 8 menggunakan chanel y. perhatikan amplitudo, frekuensi yang terbaca pada osiloskop (dokumentasikan).
Bentuk sinyal pada kaki 1 :

Bentuk sinyal pada kaki 8 :


9.     Ukur bentuk sinyal pada kaki 1 menggunakan chanel x dan kaki 5 menggunakan chanel y. perhatikan amplitudo, frekuensi yang terbaca pada osiloskop. (bandingkan bentuk sinyal ) (dokumentasikan)
Bentuk sinyal yang didapatkan saat pratikum dilaksanakan :
Kaki 1

Kaki 5


10. Rapikan kembali peralatan yang anda gunakan.




E. EVALUASI

1.      Bagaimanakah kesimpulan anda terhadap amplitudo dan frekuensi sinyal yang anda dapatkan pada kaki 1 dan 8?
Jawab :
               Pada pratikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kaki 1pada IC LA 1260 merupakan kaki input dan kaki 8 merupakan kaki output yang menghasilkan informasi multiplex karena informasi L/R tidak bisa dikirim pada satu informasi yang sama sehingga harus di modulasi terlebih dahulu menjadi Frekuensi multiplex.Lalu sinyal keluaran akan diperkuat oleh transistor dimana Phasa , frekuensi dan amplitudo akan dikuatkan oleh transistor 2SC829  menjadi input IC 3361 berupa frekuensi multiplex.

2.      Jelaskan analisa anda tentang perbedaan sinyal yang anda dapatkan pada kaki 1 dan 5 IC 1260?
Jawab :
   Terjadinya perbedaan sinyal pada kaki 1 dan 5 IC 1260 disebabkan karena kaki 5 merupankan osilator,rangkain tal L dan C jika disentuh maka frekuensi keluaran IF akan terganggu .Dimana Frekuensi keluaran IF menghilangkan frekuensi pembawa yaitu dengan osilator sebesar 10,7 Hz sehingga tidak terjasi proses demodulasi.Sinyal kaki 1 dan 8 sama dan belum termodulasi, kaki 5 tidak bisa mendemodulasi tapi hanya bida melakukan proses demultiplex.Kaki 5 menghilangkan demodulasi ( tidak ada input sinyal yang sesuai ).

3.      Jelaskan fungsi IC LA 1260 pada rangkaian radio penerima anda.
Jawab :
   IC LA 1260 berfungsi sebagai penguat IF dan Detektor.Pada IC ini juga terjadi proses penggabungan sinyal R dan L menjadi sinyal Multiplex, dimana sinyal IF ( Frecuency Intermediate ) akan dikuatkan oleh penguat IF sebelum diteruskan ke blok detektor.Sedamgkan detektor adalah sensoer elektronik yang berfungsi mengubah gas dan pembawa dan komponen – komponen didalammya menjadi sinyal elektrolik.    



F. KESIMPULAN      
               Radio FM menhasilkan sinyal Ldan R yang dimodulasi/ditransmit melalui antena.Pada antena terdapat frekuensi yab berbeda – beda. Tuner hanya bisa menangkap frekuensi 88-108Hz, diman prekuensi yang dipilh hanya salah satu saja dengan keluaran IF sebesar 10,7 Hz.
               Proses yang terjadi pada tuner adalah memilih salah satu frekuensi dan menaik atau menurunkan sinyal pembawanya. 

 

Share:
Read More

Blok Diagram Radio FM

 

Lembaran      : Job sheet
Jurusan       : PT. Elektronika
Mata Kuliah   : Praktek Radio Televisi & Display
Waktu         : 3 x 50
Topik              : Pengenalan Radio FM
Kode           : 01/ELK-ELA185/2017
Judul              : Blok Diagram Radio FM

 

A.   Tujuan

Setelah mengikuti praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu:
1.    Menjelaskan prinsip kerja televisi dari tuner sampai tabung gambar / LCD.
2.    Mengetahui blok diagram dan fungsi dari masing masing blok diagram televisi
3.    Mengetahui komponen utama dan karakteristik komponen yang terdapat pada masing masing blok televisi

B.   Alat dan Bahan

1.    TV trainer
2.    Toolset
3.    Antena dan kabel penghubung

C.   Teori Singkat


Televisi (TV) adalah melihat (menampilkan) gambar dari suatu tempat/lokasi yang jauh. Gambar yang dilihat pada layar TV merupakan hasil dari reproduksi suatu objek yang ditangkap oleh lensa kamera TV dan dipisahkan berdasarkan warna pokok (RGB). Gabungan sinyal warna RGB dan sinyal composit lainya sereta sinyal audio dimodulasi dengan sinyal pembawa yang selanjutnya ditransmisikan melalui media udara atau kabel kemudian diterima oleh sistem penerima pesawat TV. Pada pesawat penerima TV, masing-masing sinyal warna dikirim ketabung TV pada lapisan pospor yang sesuai.. Hasil peredaran pospor pada tabung tersebut merupakan gambar yang dapat kita lihat.

Pada dasarnya televisi terdiri beberapa blok rangkaian yang sangat penting guna mendukung proses bekerjanya televisi tersebut, rangkaian itu adalah catu daya, tuner, pengelola audio, pengelola gambar (video), syncronisasi dan pengendali defleksi vertikal dan horizontal serta penghasil tegangan tinggi. Gambar diagram dapat dilihat pada halaman terakhir.

Blok catu daya berfungsi untuk menyuplai daya listrik yang diperlukan oleh seluruh rangkaian televisi. Rangkaian tunner (terdiri dari: Osc lokal, RF AMP serta Mixer) yang berfungsi  untuk mengelola sinyal yang diterima oleh antena dari pemancar televisi. Rangkaian pengelola suara (Sound IF AMP, Sound Det, Audio AMP atau Power Amplifier dan Speaker) yang berfungsi untuk memisahkan sinyal informasi suara dari sinyal pembawa frekuensi menengah suara sehingga menjadi sinyal audio dan memproses sinyal tersebut sehingga dapat diindera telinga.

Pengelola gambar (Video IF, Matrix Colour, Video Amplifier) yang berfungsi untuk mengelola sinyal gambar sehingga dapat mengaktifkan tabung gambar dan dapat menampilkan gambar pada layar CRT.

Rangkaian Syncronisasi untuk memproses sinyal yang berguna pada proses scanning dari pemancar dan dikirimkan ke bagian Vertikal dan Horizontal. Bagian Vertikal berfungsi untuk mengendalikan/menarik gambar ke arah vertikal (atas dan bawah) oleh gulungan Yoke Vertikal layar CRT. Bagian Horizontal berfungsi untuk mengendalikan/menarik gambar ke arah Horizontal (kanan dan kiri) oleh gulungan Yoke layar CRT. Penghasil tegangan tinggi berfungsi sebagai penghasil tegangan tinggi untuk menghidupkan tabung gambar.


D.   Langkah Kerja


1.    Siapkan tv trainer yang sudah disediakan. Catu daya jangan dihubungkan ke listrik jala-jala PLN.
2.    Buka tv trainer tersebut dan pastikan sudah melakukan pengosongan tegangan tersimpan pada kapasitor tegangan tinggi dengan kabel penghubung.
3.    Lakukan pemetaan blok diagram televisi pada televisi (trainer) anda dari blok rangkaian yang tersedia pada jobsheet ini.
4.    Lakukan pengamatan dan temukan serta kenali komponen-komponen utama dari masing-masing blok rangkaian televisi dari blok rangkaian pada jobsheet ini. Perhatikan bagian blok yang ditandai tegangan tinggi dan dipisahkan dengan rangkaian lain.
5.    Catat komponen utama yang terdapat pada masing-masing blok rangkaian pada tabel pengamatan di bawah ini.
6.    Dokumentasikan dengan kamera masing-masing blok diagram yang anda amati (tata letak komponen dan Lay Out PCB).



Blok
Rangkaian
Nama-nama Komponen
Kode / nilai komponen
Ket (gambar)
Tuner



Audio
15 kaki


Video rgb
C2482


IC MCU





Vertikal
IC
La

Horizontal & transformator flyback
D


Bs
1555




Catu Daya
Diode
Elco
Tr switching


Panel control



Panel in out



Ket :  jika transistor tentukan jenis dan spesifikasi,

7.    Pada laporan anda buatlah teori detail dari masing-masing blok diagram dan lampirkan documentasi anda serta temukan jawaban evaluasi di bawah ini.


E.   Evaluasi


1.    Pada televisi trainer anda apa merek dan type-nya? 
.................................................................................................................................

2.    Sebutkan dan jelaskan fungsi-fungsi panel/bagian luar dari televisi trainer yang anda gunakan ?
.................................................................................................................................

3.    Catat spesifikasi chasis (nomor mesin) dan tabung gambar ?
.................................................................................................................................

4.    Carilah fasilitas-fasilitas tambahan yang terdapat pada televisi keluaran terbaru sekarang ini dan jelaskan fungsinya !


5.    Buatlah kesimpulan dari praktikum anda kali ini!



F.   Buku Sumber Bacaan


1.   Reka Rio, S (2001). Teknik Reparasi Televisi Berwarna. Pradnya Paramita, Jakarta.
2.  Grob, Bernard (1993). Sistem Telavisi dan Video. Erlangga, Jakarta.
3.   Suhana (1984). Buku Pegangan Teknik Telekominikasi. Pradnya Paramita, Jakarta.
Share:
Read More